BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka resmi meluncurkan inovasi REKREASI BANGKA (Reduksi JKN Nonaktif melalui Kemitraan, Reaktivasi, dan Sinergi Migrasi) pada Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di OR Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka.
Peluncuran program ini dilakukan oleh Bupati Bangka, H. Fery Insani, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, S.Sos., M.AP., serta jajaran perangkat daerah dan perwakilan mitra yang terlibat dalam program tersebut.
Inovasi REKREASI BANGKA merupakan langkah strategis untuk mengurangi jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus nonaktif melalui pendekatan kolaboratif, reaktivasi kepesertaan, dan kemitraan pembiayaan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan agar kembali memperoleh akses terhadap layanan jaminan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora, menyampaikan bahwa program REKREASI BANGKA lahir dari kolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, serta pemerintah desa. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data, identifikasi masyarakat yang membutuhkan, dan upaya mencari solusi atas kepesertaan JKN yang tidak aktif.
Program ini secara khusus diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bangka yang berada dalam kelompok desil 1–4, terutama mereka yang membutuhkan dukungan agar dapat mengakses layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Kemitraan Pembiayaan JKN Libatkan Berbagai Pihak
Sebagai bagian dari peluncuran inovasi tersebut, dilaksanakan pula penandatanganan kerja sama kemitraan pembiayaan JKN Kabupaten Bangka. Kemitraan ini melibatkan 12 BLUD Puskesmas se-Kabupaten Bangka, BAZNAS, Yayasan Same-Same Berkah, serta PT Putra Bangka Mandiri.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa upaya memperluas akses jaminan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga sosial, dan seluruh elemen masyarakat.
Dukungan donasi dari para mitra diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pembiayaan kepesertaan JKN bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan bantuan.
Marianto Apresiasi Kolaborasi untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, S.Sos., M.AP., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Peluncuran REKREASI BANGKA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang kesehatan.
Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pelaksanaan program yang terukur, pendataan yang akurat, serta pengawasan agar dukungan pembiayaan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pemerintah daerah dan para mitra juga diharapkan terus memperkuat koordinasi sehingga persoalan kepesertaan JKN nonaktif dapat ditangani secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Apresiasi untuk Para Mitra
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi disampaikan kepada seluruh manajemen perusahaan, lembaga, dan pihak yang telah mengambil bagian melalui dukungan donasi serta kemitraan pembiayaan JKN.
Partisipasi tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Melalui REKREASI BANGKA, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap terbangun ekosistem kolaborasi yang kuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan memperoleh kepastian akses terhadap jaminan kesehatan.
REKREASI BANGKA: Bersinergi, Berkolaborasi, dan Bergotong Royong untuk Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bangka.
Peluncuran program ini dilakukan oleh Bupati Bangka, H. Fery Insani, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, S.Sos., M.AP., serta jajaran perangkat daerah dan perwakilan mitra yang terlibat dalam program tersebut.
Inovasi REKREASI BANGKA merupakan langkah strategis untuk mengurangi jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus nonaktif melalui pendekatan kolaboratif, reaktivasi kepesertaan, dan kemitraan pembiayaan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan agar kembali memperoleh akses terhadap layanan jaminan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora, menyampaikan bahwa program REKREASI BANGKA lahir dari kolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, serta pemerintah desa. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data, identifikasi masyarakat yang membutuhkan, dan upaya mencari solusi atas kepesertaan JKN yang tidak aktif.
Program ini secara khusus diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bangka yang berada dalam kelompok desil 1–4, terutama mereka yang membutuhkan dukungan agar dapat mengakses layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Kemitraan Pembiayaan JKN Libatkan Berbagai Pihak
Sebagai bagian dari peluncuran inovasi tersebut, dilaksanakan pula penandatanganan kerja sama kemitraan pembiayaan JKN Kabupaten Bangka. Kemitraan ini melibatkan 12 BLUD Puskesmas se-Kabupaten Bangka, BAZNAS, Yayasan Same-Same Berkah, serta PT Putra Bangka Mandiri.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa upaya memperluas akses jaminan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga sosial, dan seluruh elemen masyarakat.
Dukungan donasi dari para mitra diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pembiayaan kepesertaan JKN bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan bantuan.
Marianto Apresiasi Kolaborasi untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, S.Sos., M.AP., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Peluncuran REKREASI BANGKA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang kesehatan.
Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pelaksanaan program yang terukur, pendataan yang akurat, serta pengawasan agar dukungan pembiayaan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pemerintah daerah dan para mitra juga diharapkan terus memperkuat koordinasi sehingga persoalan kepesertaan JKN nonaktif dapat ditangani secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Apresiasi untuk Para Mitra
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi disampaikan kepada seluruh manajemen perusahaan, lembaga, dan pihak yang telah mengambil bagian melalui dukungan donasi serta kemitraan pembiayaan JKN.
Partisipasi tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Melalui REKREASI BANGKA, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap terbangun ekosistem kolaborasi yang kuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan memperoleh kepastian akses terhadap jaminan kesehatan.
REKREASI BANGKA: Bersinergi, Berkolaborasi, dan Bergotong Royong untuk Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bangka.



