MOBTIK “Suara Pemuda, Suara Harapan Kemajuan”: Dorong Generasi Muda Bangka Berintegritas dan Berkontribusi Nyata

SUNGAILIAT, 25 Oktober 2026 — Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan daerah. Pemuda tidak cukup hanya memiliki semangat dan keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga harus dibekali landasan moral, integritas, pola pikir positif, serta kemampuan menghadirkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi MOBTIK (Ngobrol Asik) bertema “Suara Pemuda, Suara Harapan Kemajuan” yang digelar pada Minggu (25/10/2026) di Warkop Yu’fin, Karya Makmur, Kecamatan Pemali.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni H. Marianto, S.Sos., M.AP., Wakil Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka, serta dr. Zarril Khiffari, anggota Komisi III sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diskusi dipandu oleh Feni Agustiana, S.Pd.

Dalam pemaparannya, H. Marianto menekankan bahwa pemuda harus memiliki landasan moral yang kuat agar mampu membedakan antara yang hak atau benar dan yang batil atau salah. Menurutnya, kecerdasan dan kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan akhlak serta integritas.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar dan optimisme. Pemuda harus terus menuntut ilmu, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, serta membangun karakter yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Sikap tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan menjauhi kebohongan dan menjaga kepercayaan.

Selain itu, Marianto mendorong generasi muda untuk memiliki perencanaan hidup yang terstruktur, berani menetapkan cita-cita, dan mengiringi setiap impian dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Menurutnya, pemuda tidak boleh berhenti pada kritik terhadap berbagai persoalan. Kritik harus disertai ide, gagasan, dan langkah konkret yang dapat menjadi bagian dari solusi.

“Pemuda harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kepekaan sosial, simpati, empati, dan kemauan untuk terlibat aktif dalam lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari tanggung jawab generasi muda,” demikian pesan yang ditekankan dalam pemaparannya.

Ia juga mengingatkan agar pemuda memanfaatkan waktu secara produktif dan membangun budaya saling menasihati dalam kebaikan. Dengan demikian, potensi generasi muda dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerahnya.

Sementara itu, dr. Zarril Khiffari menyoroti pentingnya pola pikir atau mindset dalam membentuk masa depan seseorang. Ia menjelaskan bahwa masa depan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki, tetapi juga oleh cara seseorang berpikir, kebiasaan yang dibangun, serta lingkungan pergaulan, terutama lima orang yang paling dekat dengannya.

Zarril juga mengingatkan generasi muda agar bijak memanfaatkan berbagai sarana komunikasi dan media sosial untuk menyebarkan kebaikan serta membangun citra diri yang positif. Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi sarana untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan menghadirkan pengaruh yang bermanfaat.

Perubahan besar, lanjutnya, dapat dimulai dari perubahan pola pikir yang dilakukan secara konsisten. Pola pikir akan memengaruhi perilaku, perilaku yang terus diulang akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang terpelihara pada akhirnya membentuk karakter seseorang.

Keteladanan Keluarga dan Lingkungan Menjadi Kunci

Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas pentingnya keteladanan orang tua dan lingkungan terdekat dalam membentuk pola pikir serta kepribadian anak sejak usia dini. Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Oleh karena itu, pembentukan generasi muda yang berkualitas tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan atau pemerintah. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan komunitas yang positif turut menentukan tumbuhnya generasi yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Diskusi tersebut juga menegaskan pentingnya membangun hubungan yang konstruktif antara pemuda dan pemerintah, termasuk DPRD. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang menyampaikan kritik, tetapi juga tampil sebagai mitra diskusi yang sejajar melalui penyampaian gagasan yang terarah, argumentasi yang baik, dan usulan yang solutif.

Dengan cara tersebut, aspirasi generasi muda dapat menjadi masukan berharga dalam proses pembangunan daerah. Dialog yang terbuka antara pemuda dan para pengambil kebijakan diharapkan mampu melahirkan ide-ide segar, memperkuat partisipasi publik, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan MOBTIK bertema “Suara Pemuda, Suara Harapan Kemajuan”, diharapkan tumbuh generasi muda Bangka yang tidak hanya kritis, tetapi juga berakhlak, berintegritas, optimistis, dan berani mengambil peran dalam menghadirkan perubahan.

Sebab, kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan gagasan, tetapi membutuhkan generasi yang bersedia belajar, bekerja sama, dan mewujudkan gagasan tersebut menjadi tindakan nyata bagi masyarakat Kabupaten Bangka.*

(*KOMDIGI DPD PKS Bangka)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *