H. Kurtis Ali, S.Si – atau akrab disapa Kurtis – adalah sosok yang lekat dengan perjalanan panjang dakwah dan politik Partai Keadilan Sejahtera di Pulau Bangka. Lahir di Desa Nibung pada tahun 1966, Kurtis dikenal sebagai salah satu kader Partai Keadilan (kini PKS) generasi awal di Bangka yang menapaki jalan pengabdian dengan keteguhan prinsip dan keikhlasan.
Jejak pengabdiannya bermula sejak masa awal reformasi. Pada Pemilu 1999, Kurtis terpilih sebagai anggota dewan. Namun, dengan jiwa besar dan semangat kolektif, ia rela digantikan oleh rekannya sesama kader, sebuah keputusan yang mencerminkan kedewasaan berpolitik dan komitmen pada kepentingan jamaah di atas kepentingan pribadi. Takdir kemudian membawanya kembali dipercaya publik; pada pemilu-pemilu berikutnya, Kurtis terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka selama tiga periode—2004–2009, 2009–2014, dan 2014–2019—menegaskan konsistensinya dalam melayani masyarakat.
Dalam keseharian kepartaian, Kurtis dikenal aktif memotivasi kader-kader muda untuk berani mengisi pengajian – sebuah praktik yang menjadi prinsip dasar PKS sebagai partai dakwah. Baginya, politik dan dakwah adalah dua sisi yang saling menguatkan: membangun akhlak, menegakkan keadilan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Latar Pendidikan dan Profesional
Kurtis menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Ia memulai studi S1 Matematika di IKIP Yogyakarta (1986–1988), lalu melanjutkan dan menuntaskan pendidikan di UGM Yogyakarta, Fakultas Biologi, Jurusan Biologi Lingkungan (1988–1996). Bekal akademik ini mengasah nalar ilmiah dan ketekunannya dalam bekerja.
Secara profesional, Kurtis adalah seorang pengusaha. Namun, jalan hidupnya sarat pengalaman sederhana yang membentuk karakter. Ia pernah menjadi tukang parkir di Masjid Syuhada Yogyakarta (1993–1996), bekerja di PSIKOGAMA Yogyakarta, serta mengabdi sebagai guru (1997–2004) di berbagai sekolah di Sungailiat dan sekitarnya: SMP PGRI Sungailiat, SMA YPBI 11 Sungailiat, SMA Bakti Sungailiat, SMK Muhammadiyah Sungailiat, dan SMK Pertanian Dendang. Dunia pendidikan menjadi ladang amal yang mempertemukannya dengan generasi muda.
Kiprah Kepartaian dan Organisasi
Di PKS, Kurtis mengemban berbagai amanah strategis:
– Ketua DPD Partai Keadilan Bangka (2001–2003)
– Ketua DPD PKS Bangka (2003–2007)
– Sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Babel (2010–2014)
– Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Babel (2014–2019)
– Sekretaris DSW merangkap Komisi Disiplin (KOMDIS) (2019–2025)
– Ketua KOMDIS (2025–sekarang)
Di luar kepartaian, ia juga aktif berorganisasi dan sosial keagamaan:
– Aktif di Corp Dakwah Masjid Yogyakarta (1993–1996)
– Ketua BKPRMI Masjid At-Taubah Sinarjaya (1997)
– Aktif di Yayasan Mutiara Sebalai Bangka Belitung
– Aktif di Yayasan Daur Khoir Bangka
– Aktif di Yayasan INSTISIPOL Pahlawan 12 Bangka
– Ketua Komite SMANSA Sungailiat (2022–2025)
Kisah H. Kurtis Ali, S.Si adalah kisah pengabdian tanpa henti – tentang ketulusan, konsistensi, dan keberanian menempatkan nilai di atas ambisi. Dari masjid ke sekolah, dari ruang pengajian ke parlemen, Kurtis menapaki jalan panjang dengan satu kompas: dakwah dan kemaslahatan. Sebuah teladan bagi kader dan generasi penerus, bahwa pengabdian sejati tumbuh dari niat lurus dan kerja yang tak pernah berhenti.*
Jejak pengabdiannya bermula sejak masa awal reformasi. Pada Pemilu 1999, Kurtis terpilih sebagai anggota dewan. Namun, dengan jiwa besar dan semangat kolektif, ia rela digantikan oleh rekannya sesama kader, sebuah keputusan yang mencerminkan kedewasaan berpolitik dan komitmen pada kepentingan jamaah di atas kepentingan pribadi. Takdir kemudian membawanya kembali dipercaya publik; pada pemilu-pemilu berikutnya, Kurtis terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka selama tiga periode—2004–2009, 2009–2014, dan 2014–2019—menegaskan konsistensinya dalam melayani masyarakat.
Dalam keseharian kepartaian, Kurtis dikenal aktif memotivasi kader-kader muda untuk berani mengisi pengajian – sebuah praktik yang menjadi prinsip dasar PKS sebagai partai dakwah. Baginya, politik dan dakwah adalah dua sisi yang saling menguatkan: membangun akhlak, menegakkan keadilan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Latar Pendidikan dan Profesional
Kurtis menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Ia memulai studi S1 Matematika di IKIP Yogyakarta (1986–1988), lalu melanjutkan dan menuntaskan pendidikan di UGM Yogyakarta, Fakultas Biologi, Jurusan Biologi Lingkungan (1988–1996). Bekal akademik ini mengasah nalar ilmiah dan ketekunannya dalam bekerja.
Secara profesional, Kurtis adalah seorang pengusaha. Namun, jalan hidupnya sarat pengalaman sederhana yang membentuk karakter. Ia pernah menjadi tukang parkir di Masjid Syuhada Yogyakarta (1993–1996), bekerja di PSIKOGAMA Yogyakarta, serta mengabdi sebagai guru (1997–2004) di berbagai sekolah di Sungailiat dan sekitarnya: SMP PGRI Sungailiat, SMA YPBI 11 Sungailiat, SMA Bakti Sungailiat, SMK Muhammadiyah Sungailiat, dan SMK Pertanian Dendang. Dunia pendidikan menjadi ladang amal yang mempertemukannya dengan generasi muda.
Kiprah Kepartaian dan Organisasi
Di PKS, Kurtis mengemban berbagai amanah strategis:
– Ketua DPD Partai Keadilan Bangka (2001–2003)
– Ketua DPD PKS Bangka (2003–2007)
– Sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Babel (2010–2014)
– Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Babel (2014–2019)
– Sekretaris DSW merangkap Komisi Disiplin (KOMDIS) (2019–2025)
– Ketua KOMDIS (2025–sekarang)
Di luar kepartaian, ia juga aktif berorganisasi dan sosial keagamaan:
– Aktif di Corp Dakwah Masjid Yogyakarta (1993–1996)
– Ketua BKPRMI Masjid At-Taubah Sinarjaya (1997)
– Aktif di Yayasan Mutiara Sebalai Bangka Belitung
– Aktif di Yayasan Daur Khoir Bangka
– Aktif di Yayasan INSTISIPOL Pahlawan 12 Bangka
– Ketua Komite SMANSA Sungailiat (2022–2025)
Kisah H. Kurtis Ali, S.Si adalah kisah pengabdian tanpa henti – tentang ketulusan, konsistensi, dan keberanian menempatkan nilai di atas ambisi. Dari masjid ke sekolah, dari ruang pengajian ke parlemen, Kurtis menapaki jalan panjang dengan satu kompas: dakwah dan kemaslahatan. Sebuah teladan bagi kader dan generasi penerus, bahwa pengabdian sejati tumbuh dari niat lurus dan kerja yang tak pernah berhenti.*



