Sungailiat, 19 Oktober 2026 — Sebanyak 50 pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi se-Kabupaten Bangka mengikuti kegiatan pendidikan politik pemuda bertajuk Think Leaders Indonesia. Kegiatan ini mengangkat tema Lima Pilar Tata Kelola Partai Politik yang Baik menuju Good Political Party Governance, dengan semangat membangun generasi muda yang berpikir kritis, berintegritas, kolaboratif, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Diskusi yang menjadi bagian dari kegiatan pendidikan politik tersebut dimoderatori oleh Boy Karolta, S.Psi., Tenaga Ahli Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Marianto, S.Sos., M.AP., Wakil Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mewakili lima sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Bangka. Mereka diberikan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta memperluas wawasan mengenai persoalan kebangsaan, kepemimpinan, dan peran generasi muda dalam membangun kehidupan politik yang lebih baik.
Dalam diskusi tersebut, Marianto menekankan pentingnya membangun ruang komunikasi dan pertukaran gagasan yang sehat bagi generasi Z. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan akses informasi yang memadai agar mampu memahami berbagai persoalan bangsa secara objektif dan rasional.
“Diskusi penting dilakukan untuk membuat kanal informasi Gen-Z tentang berbagai permasalahan bangsa, kepemimpinan, dan bagaimana membangun bangsa secara rasional. Politik harus menjadi ruang pertarungan ide dan gagasan, bukan politik transaksional atau pragmatis,” ujar Marianto.
Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan politik tidak cukup hanya mengenalkan proses demokrasi dan kelembagaan politik, tetapi juga harus membangun kesadaran kritis, integritas, serta keberanian untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Think Leaders Indonesia, para peserta diharapkan mampu memahami pentingnya tata kelola organisasi dan partai politik yang baik, dengan berlandaskan nilai-nilai, tujuan yang jelas, kecerdasan kolektif, kebijakan berbasis bukti, serta kolaborasi.
Kelima pilar tersebut menjadi landasan untuk mendorong lahirnya praktik politik yang bersih, peduli, profesional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi politik di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga generasi Z tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif sebagai agen perubahan.
Dengan adanya pendidikan politik yang dialogis dan terbuka, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menilai persoalan bangsa secara kritis, mengedepankan rasionalitas dalam menentukan sikap, serta berkontribusi dalam membangun budaya politik yang lebih bermartabat.
Think Leaders Indonesia membawa pesan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, membangun kepemimpinan yang berintegritas harus dimulai dengan pendidikan, diskusi, dan pembiasaan berpikir kritis sejak dini.*
(KOMDIGI DPD PKS Bangka)
Diskusi yang menjadi bagian dari kegiatan pendidikan politik tersebut dimoderatori oleh Boy Karolta, S.Psi., Tenaga Ahli Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Marianto, S.Sos., M.AP., Wakil Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mewakili lima sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Bangka. Mereka diberikan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta memperluas wawasan mengenai persoalan kebangsaan, kepemimpinan, dan peran generasi muda dalam membangun kehidupan politik yang lebih baik.
Dalam diskusi tersebut, Marianto menekankan pentingnya membangun ruang komunikasi dan pertukaran gagasan yang sehat bagi generasi Z. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan akses informasi yang memadai agar mampu memahami berbagai persoalan bangsa secara objektif dan rasional.
“Diskusi penting dilakukan untuk membuat kanal informasi Gen-Z tentang berbagai permasalahan bangsa, kepemimpinan, dan bagaimana membangun bangsa secara rasional. Politik harus menjadi ruang pertarungan ide dan gagasan, bukan politik transaksional atau pragmatis,” ujar Marianto.
Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan politik tidak cukup hanya mengenalkan proses demokrasi dan kelembagaan politik, tetapi juga harus membangun kesadaran kritis, integritas, serta keberanian untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Think Leaders Indonesia, para peserta diharapkan mampu memahami pentingnya tata kelola organisasi dan partai politik yang baik, dengan berlandaskan nilai-nilai, tujuan yang jelas, kecerdasan kolektif, kebijakan berbasis bukti, serta kolaborasi.
Kelima pilar tersebut menjadi landasan untuk mendorong lahirnya praktik politik yang bersih, peduli, profesional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi politik di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga generasi Z tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga mampu mengambil peran aktif sebagai agen perubahan.
Dengan adanya pendidikan politik yang dialogis dan terbuka, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menilai persoalan bangsa secara kritis, mengedepankan rasionalitas dalam menentukan sikap, serta berkontribusi dalam membangun budaya politik yang lebih bermartabat.
Think Leaders Indonesia membawa pesan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, membangun kepemimpinan yang berintegritas harus dimulai dengan pendidikan, diskusi, dan pembiasaan berpikir kritis sejak dini.*
(KOMDIGI DPD PKS Bangka)



