Sungailiat (12/1-2026) – Persoalan pengangguran masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bangka. Tingginya angka pengangguran, baik terbuka maupun terselubung, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi para lulusan SMA dan SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi namun belum terserap ke dunia kerja akibat minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan penanganan serius dari semua pihak. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, menyebut bahwa Program Inovasi dan Kolaborasi dalam Rangka Pengentasan Pengangguran (IKOPENA) hadir sebagai salah satu solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Berdasarkan informasi dari kementerian, ternyata baru Kabupaten Bangka yang melakukan inovasi ini. Tentunya hal ini harus kita dukung bersama,” kata Marianto.
Menurutnya, IKOPENA merupakan bentuk nyata inovasi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka, dunia usaha, serta forum Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini dirancang untuk menjawab persoalan pengangguran yang hingga kini masih tergolong tinggi di Bangka.
“Dengan angka pengangguran yang mencapai sekitar 8.600 orang, tentu harus ada solusi terbaik dari Pemerintah Kabupaten Bangka. IKOPENA ini menyentuh langsung ke jantung permasalahan masyarakat,” jelasnya.
Marianto berharap, melalui sinergi lintas sektor dan dukungan semua elemen, IKOPENA dapat menjadi langkah strategis dan berkelanjutan dalam menekan angka pengangguran, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Bangka.*
(KOMDIGI DPD PKS Bangka)
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan penanganan serius dari semua pihak. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Marianto, menyebut bahwa Program Inovasi dan Kolaborasi dalam Rangka Pengentasan Pengangguran (IKOPENA) hadir sebagai salah satu solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Berdasarkan informasi dari kementerian, ternyata baru Kabupaten Bangka yang melakukan inovasi ini. Tentunya hal ini harus kita dukung bersama,” kata Marianto.
Menurutnya, IKOPENA merupakan bentuk nyata inovasi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka, dunia usaha, serta forum Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini dirancang untuk menjawab persoalan pengangguran yang hingga kini masih tergolong tinggi di Bangka.
“Dengan angka pengangguran yang mencapai sekitar 8.600 orang, tentu harus ada solusi terbaik dari Pemerintah Kabupaten Bangka. IKOPENA ini menyentuh langsung ke jantung permasalahan masyarakat,” jelasnya.
Marianto berharap, melalui sinergi lintas sektor dan dukungan semua elemen, IKOPENA dapat menjadi langkah strategis dan berkelanjutan dalam menekan angka pengangguran, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Bangka.*
(KOMDIGI DPD PKS Bangka)



